Sebuah Peristiwa dengan Sejuta Hikmah

Dibalik peristiwa atau kejadian pasti ada hikmahnya, setuju ? Catatan ini bisa membuat sobat memiliki banyak rasa seperti na**-**no ketika membacanya



GUGUMMAULANA.COM ~ Ada sebab ada akibat , begitu juga dengan peristiwa pasti ada hikmah dibaliknya. Penulis mau sedikit berbagi cerita tentang pengalaman pribadi di bulan April ini atau tepatnya pada hari Sabtu tanggal 29 April 2017. Salahsatu dari sekian banyak peristiwa yang menjadi pengalaman pribadi yang mungkin bisa saya angkat ke dalam blog pribadi ini untuk dijadikan pelajaran khususnya bagi pribadi dan special kepada pembaca blog ini ^_^

Bukan hanya pengalaman  dan mungkin peristiwa ini saya namakan

 April Move to Mayday !!!
Mayday in Seize The Day 

Mungkin juga namanya sedikit di dramatisir atau sedikit lebay mungkin, ya anggap saja ini merupakan sebuah bentuk hiburan dan unek-unek dari penulis.
Kejadiannya seperti ini… oh jadi seperti itu. Eh.
Jadi begini sob, pas hari sabtu tersebut saya baru selesai menyelesaikan mata kuliah yang pertama sekitar jam 09.40 , lalu ada waktu istirahat sampai jam 1 siang karena ada mata kuliah yang kedua. Dari waktu jeda tersebut biasanya saya pakai buat nongkrong di kantin atau di parkiran / atau di warung makan / di kosan teman-teman / nge WiFi di kampus / nongkrong ke masjid shalat sunat, ini bukan maksud riya ya sob. Ini saya sedang latihan mebiasakan diri yang kemudian sedikit demi sedikit menjadi kebiasaan.
Tapi, kebanyakan pada waktu istirahat tersebut saya sering berpindah-pindah tempat nongkrong dan sering melakukannya bersaman di  jam istirahat. Misalkan habis dari warteg pindah ke kantin, pindah ke parkiran atau dari kantin pindah ke warung emih abah lalu pindah lagi warung nasi padang atau ke kedai sekitar kampus, lalu baru beres dari sini nongkrong ke masjid atau ke kosan-kosan teman di daerah tersebut.
Tapi, pada hari itu saya seperti merasa berbeda sekali. Sering merasakan hal-hal yang aneh bahkan 2 minggu sebelumnya seperti pernah bermimpi tentang kejadian buruk ini.
Saya pada hari itu seperti hidup tanpa perencanaan dan tanpa pertahanan alias ngambang mau kesini bingung, mau kesana bingung. Jadinya ingin ini, ingin itu banyak sekali. Eh jadi lagu dora**** :D
Tak tahu mengapa hari itu saya seperti sudah di program untuk berdiam diri, ingin menyendiri di satu tempat tersebut, tempat itu dinamakan masjid.
Tanpa pikir panjang, selesai mata kuliah pertama saya langsung dating kesana. Jalan kaki karena lumayan dekat dari kampus, jadi saya tidak bawa motor kesana. Motor saya simpan di parkiran kampus.
Setelah sampai disana saya merasa sedikit ada yang tidak biasa di tempat itu. Feeling atau perasaan mulai tidak enak. Tapi, saya lanjutkan dengan membuka sepatu saya dan melanjutkan langkah kaki ke tempat bagian teras masjid.
Niat awal datang memang mau salat, saya segera beres-beres untuk berwudhu, tapi ada yang mulai aneh disini. Saya mulai merasa lapar, jadi saya lanjutkan dengan makan dahulu ( ini saya lagi bawa makan sendiri dari rumah ) karena perut mulai keroncongan dan saya mulai teralihkan pada makanan yang telah dibawa.
Sebelum saya makan saya mencuci tangan dulu ke tempat wudhu, saya sedikit kaget karena saya menemukan seorang bapak-bapak yang sudah tua, terlihat lesu sedang tidur ( atau tiduran ) . Saya melihatnya ketika sambil mencuci tangan, saya merasa iba padanya, saya melihatnya seperti seseorang musafir yang beristirahat.
Tapi pas dilihat-lihat ternyata bukan hanya kami berdua yang ada di masjid tersebut, ada bebarapa anak pesantren yang sedang melaksanakan salat dhuha di dalam mesjid. Sementara hanya kami yang berada di teras masjid luar.
Setelah mencuci tangan langsung saja saya buka perbekalan  yang telah dibawa dari dalam tas.
Sambil makan saya lagi-lagi mulai merasakan sesuatu yang janggal, seolah-olah ada seseorang yang mengawasi saya. Namun saya mengabaikannya. Saya lanjutkan makan saja. Setelah selesai makan saya langsung mencuci tangan kembali. Dan saya mulai merasakan pria tua itu mulai usik dari tidurnya. Saya mulai menganggap bahwa pria tua itu berarti dari tadi tiduran.
Selesai makan saya mulai cek hp, internetan buka-buka sosmed online shop ( siapa tahu ada orderan baru ) , chat sana chat sini, deal or no deal , sambil stalking si dia… eh siapa dia itu hayoo ? yang jelas dia itu ukhti :D
Jangan kepo dulu soal ini ya sob… kita kembali ke kasus saya hehe
Sambil ngecek hp agak lama, saya mulai tiduran juga tapi ini seperti refleks sob jangan ditiru ya… memang tiduran setelah makan itu kurang bagus buat kesehatan, dan juga main hp sambil tiduran juga tidak bagus, tapi anehnya kadang saya melakukannya padahal saya sudah tahu itu tidak bagus. Tapi tetap malah dilakukan. Ironis
Namun, kejanggalan semakin menjadi ketika saya sedang main hp. Seolah-olah ada yang memperhatikan saya dari balik dinding kaca masjid, sebenarnya jarak saya dan si pria tua itu tidak terlalu jauh hanya saja si pria tua berada dibalik dinding kaca sebelahnya dekat tempat wudhu. Karena merasa ada yang tidak beres saya langsung mengecek ke tempat si pria tua itu tiduran, tapi setelah di cek ternyata pria tua tertidur.
Namun juga, kecurigaan kedua ini yang membuat saya semakin menjadi-jadi saat browsing tentang kejadian viral 1 hari yang lalu saat salahsatu penyedia jasa layanan komunikasi di hack oleh seseorang dari pelanggannya.
Kemudian secara kebetulan dating salah seorang teman kelas saya yang ingin ke air di masjid tersebut. Sambil ngobrol sebentar seputar kejadian yang lagi viral di internet, kewaspadaan dan kecurigaan saya mulai berkurang terhadap si pria itu. Setelah ngobrol sebentar, sebelum pergi teman sekelas saya ini langsung mengajak ke tempat nongkrong yang biasa kami sebut warung emih. Tapi, saya menolaknya.Tadinya saya mau beranjak pergi. Tidak tahu mengapa pada hari itu saya seperti ingin sendirian dan merasa nyaman saat sendirian dan berdiam di masjid tersebut. Apalagi baru habis makan dan mulai merasa ngantuk, padahal waktu duhur tinggal 1 jam lagi tiba.  Padahal biasanya di hari sabtu,habis selesai salat dan makan di masjid itu saya langsung pindah ke tempat lain sambil nunggu adzan dzuhur tiba, biasanya juga saya selalu dating ke kosan teman kelas lainnya. Karena saya kelas B.
Hp terus saya mainkan sampai baterai tersisa sekitar 17%, tapi saat saya tiduran sambil berbaring saya mulai merasa harus mengawasi si pria itu. Setelah saya berbalik posisi berbaring tiduran saya, saya mengamati dia sedang menagamati saya di balik kaca di sisi dinding luar teras masjid itu.
Perasaan negatif saya semakin bertambah dan saat itu juga waktu adzan dzuhur telah dikumandangkan. Akhirnya saya baru ingat, bahwa tujuan utama saya sudah terlewat yaitu melaksanakan salat sunat duha. Saya merasa bersalah pada waktu itu, saya langsung saja bersiap-siap mengambil wudhu. Astagfirullahal adzim…
Lalu, berdatanganlah anak-anak pesantren di daerah tersebut. Kami salat sunat masjid dahulu, setelah orang-orang mulai terkumpul lumayan untuk 1 saf ( baris) kami mulai melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Tapi dan mengapa, sempat terlintas di pikiran ini bahwa si pria itu kemana? Saya berbaik sangka saja karena waktu saya wudhu si pria tua itu sudah bangun dari tidurnya. Jadi saya menyangka dia sedang di kamar wc karena di dalam masjid tidak ada.
Saya langsung saja melaksanakan salat, sebelumnya saya simpan tas saya dan jaket saya yang lama dimasukkan kedalam tas juga supaya rapi, saya simpan di sebelah kanan di saf kedua, karena saf  1 saja belum penuh jadi saya merapatkan saf kebagian agak tengah dan takutnya kalau tas disimpan di saf pertama akan ada makmum lain yang datang untuk memenuhi saf.
Salat sedang berlangsung pada rakaat kedua, hati saya mulai was was dan salat saya mulai tidak khusyu di pikiran ada sesuatu yang tidak beres. Saya bukannya suudzon pada si pria tua itu, tapi saya hanya mewaspadai jadi saya mulai berbaik sangka lagi. Saat salat sedang berlangsung ada beberapa anak pesantren yang datang yang satu sedang berwudhu dan seorang lagi merapatkan 1 saf terakhir. Saya semakin tidak khusyu dan merasa aneh sekali, mengapa si pria tua itu dari tadi belum juga masuk ke barisan padahal 1 saf sudah penuh dan baru juga dipenuhi oleh anak pesantren. Mata saya sempat melirik beberapa kali ke arah tas saya, karena merasa ada yang membisikkan bahwa tas saya itu tidak aman kalau disimpan disana. Tadinya mau saya pindahkan ke bagian depan saya, karena saya merasa salatnya tanggung sudah 3 rakaat. Jadi saya lanjutkan saja shalatnya. Namun ada lagi anak pesantren yang datang lagi yang saya rasa dia sedang memakaikan sarung untuk salat berjamaah. Saya merasa semakin aneh saja. Saya melirik lagi ke tas saya masih ada.
Tapi apa yang terjadi setelah saya salam pertama, tas yang disimpan disebelah kanan saya hilang begitu saja. Saya mengira mungkin ada orang yang mengalihkannya ke bagian tempat belakang pembatas untuk tempat perempuan. Tapi ternyata dugaan saya salah besar, tas beserta isinya itu sudah tidak ada lagi di dalam masjid.
Dan ternyata dugaan atas perasaan ini benar apa adanya terhadap si pria tua itu daritadi. Pelakunya tidak lain adalah dia yang tidak ikut salat berjamaah dan pergi ke masjid hanya untuk mengelabui barang yang akan diambilnya saat saya sedang melaksanakan shalat !
Padahal saat itu shalat sedang berlangsung, dan ternyata si pria itu berarti selain dari mengelabui saya dari tadi, bukan hanya pergi ke wc untuk buang air, tetapi benar-benar berniat mengelabui saya dari awal. Kamvret !!!
Bisa saja saya membatalkan salat dahulu, tapi seolah-olah saya tidak melakukan gerakan lain saat salat sedang berlangsung. Dan yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah ini kan di masjid, ini kan siang, tapi ternyata saya salah kaprah maling tidak mengenal waktu dan tempat. Saya hanya kurang waspada padahal level sudah siaga dan bahkan bahaya menurut hati nurani pas hari itu.
Yang saya yakini dari kejadian itu bahwa “ Motif dari pelaku pasti setiap kali beraksi berbeda-beda , tapi saya menyadari yang lain yaitu selain kesempatan yang ada para pelaku juga mengandalkan power of kepepet nya, namun ini versi yang negatif.
Ternyata feeling yang kuat dengan penuh perasaan was was apabila kita mendapati ketidaknyamanan atau kecurigaan terhadap sesorang apalagi yang belum kita kenal harus benar-benar kita waspadai dan jadikan ancaman, apabila tanda-tanda tindak kriminal terjadi secara bertahap.
Memang benar kita harus waspada terhadap seseorang, baik itu yang sudah kenal apalagi yang tidak dikenali tapi jangan sampai berlebihan. Tapi yang menjadi kesalahan besar saya yaitu lengah, terkadang mengabaikan sifat waspada tersebut sehingga menjadi tidak respect.
Nasib memang, mungkin ini juga bagian yang sudah ditakdirkan semua barang yang ada di dalam tas itu hilang semuanya. Isinya termasuk ……………………………. L :) :D
smartphone Lenovo A6000 plus , no sim 1 082214178819 , sim 2 paket data internet (ini paket datanya masih banyak sob…baru dipakai seminggu, kouta 4G sisa 3gb lebih, kouta midnight belasan gb ), memori eksternal 4gb ( di dalamnya terdapat banyak data komunitas,grup dan member ) semuanya ada di dalam sebuah aplikasi yang terkunci karena memakai ennkripsi password pihak ketiga, namun pada waktu itu saya lupa tidak menguncinya hanya sebagian isi di Colornote yang terkunci catatannya, padahal aplikasi ini bisa back up data  atau me recovery  data  secara otomatis, dengan catatan ( kita harus sudah terdaftar secara online via gmail/gplus atau fb kalau tidak salah) tapi bodohnya saya, saya lupa belum pernah registrasi  ke aplikasi tersebut. :( ini hp juga salahsatu hasil dari kumpul-kumpul pas kelas 3 sma :(
Jaket yang di sakunya ada;  kartu sim dan stnk terbaru itu juga belum pernah di foto copy L
Dompet yang berisi; uang pecahan 100rb plus kartu atm :( tapi ada untungnya juga karena saya membawa ini di dalam dompet, biasanya di dompet saya bawa kartu mahasiswa, KTP, dan kartu lain :)
Sarung tangan kulit yang lumayan ( ini saya harus mengumpulkan dari ongkos, 3 hari tidak jajan)
Flashdisk yang berisi kumpulan tugas kampus dan sekolah smp , karena ini flashdisk bukan milik saya soalnya milik ade saya
Buku catatan kampus , yang dari awal masuk semester 4 sudah hamper penuh selama sampai beres UTS di kampus ini, kebanyakan sih bukan nulis materi dari dosen tapi buat apa coba…?
Pasti anak seni rupa bisa nebak yang ane lakuin di itu buku catatan :D eh tidak lupa plus pulpen kesayangan ane.
Kunci cadangan rumah , ini biasa saya bawa kalau saya pulang lembur :D
Masih banyak lagi yang dibawa sama si maling itu,  yang kalo disebut pasti gabakalan ente bersimpati sama ane sob… sebutin aja ? oke boleh boleh sob.. barang lainnya yaitu 1 botol air minum tetap yang merknya T*****E dan tempat makan kecil yang berisi…sisa-sisa ane makan yaitu tulang-tulang sayap ayam sama remeh-remeh :D :D :D
Lucu atau garing atau sedih ? gak semuanya ? berarti ente bukan manusia sob.
Ya saking banyak barang yang dicuri penulis mulai lupa dengan apa yang telah dibawa sama si itu maling, OM MALING OM !
Tapi apa daya karena ini juga merupakan kecerobohan dan kelengahan saya, jadi si pria tua itu berubah menjadi maling mendadak atau mendadak maling atau profesinya si maling.
Sebab apa, masjid di daerah tersebut meskipun dekat dengan jalan yang lumayan ramai, dekat pesantren dekat kosan sampai dekat rumah RTnya tetap saja ada kejadian pencurian barang.
Yang membuat semakin mencengangkan saya adalah setelah saya tanya sana, tanya sini .
TERNYATA !!!
# Di masjid tersebut sudah sering terjadi kasus seperti ini . Warga setempat ada yang mengatakan kasus pencurian di masjid ini sudah tidak terhitung, ada juga yang mengatakan puluhan kasus pencuarian di masjid ini. Mulai dari pencurian sepatu, tas, laptop bahkan sampai sepeda motor.
# Warga disekitarnya kurang respect , sudah tahu banyak kasus seperti yang saya alami baru ini. Memang terkadang para sesepuh masjid di daerah tersebut suka mengingatkan kasus ini “kalau nyimpen tas di depan”sebagian katanya. Tapi itu kurang efektif, itu hanya tindakan pencegahan biasa.
Bagaimana kalau ada korban selanjutnya ? Bagaimana kalau ada orang yang baru singgah ke masjid tersebut tidak mengetahui banyak kasus seperti yang saya alami? Dan bagaimana kalau orang seperti saya yang sering lupa terhadap kasus yang baru menimpa saya ini ? Apakah tidak pernah mencoba di pasang CCTV di masjid itu? Kemana pengurus  mesjidnya ? Apakah pak  RTnya selalu menghindar kalau ada kasus seperti ini ?
Semakin sering terjadi kasus seperti ini maka pelaku yang dikatakan oleh beberapa saksi dari banyak kasus pencurian ini terdiri dari banyak pelaku yang berbeda-beda dengan motif yang berbeda pula, tentu pasti masalah ini tidak akan ada habisnya sampai siapa yang akan jadi korban selanjutnya.
Pencegahan itu harus, tapi tindakan solusi nyata lain harus pasti dan efektif
Dan katanya lagi orang yang jadi saksi di kampus saya, yang bertahun sudah menjadi saksi ( pak parkir ) dari para korban para pelaku selain saya dari kampus ini, ternyata juga bahkan sebelumnya banyak sekali mahasiswa dari kampus saya yang telah kehilangan berbagai barang sebelum saya. Katanya masjid itu memang rawan sekali kasus pencurian.
Mungkin beberapa solusi yang akan saya implementasikan ke depannya, ketika saya berada atau salat di masjid daerah lain :
# Menyimpan barang bawaan berharga ( seperti dompet ) di saku atau menitipkan tas di tempat penyimpanan ( kalau ada )
# Menyimpan tas di depan kita sebagai makmum, atau di samping dekat kita sedikit di depan
# Siaga terhadap masjid yang tidak dipasangi kamera CCTV
# Kenali orang yang baru dilihat, apakah harus diwaspadai, dicurigai dan dianggap mencurigakan dalam suatu tempat atau lingkungan
# Jangan pernah menyimpan tas sendirian di dalam masjid, apalagi yang bawa tas hanya kita seorang ( intinya jangan sampai tas jauh dari pandangan kita ) kalau bisa benar-benar di depan kita. Jadi, saat kita menaruh tas di depan. Kemungkinan banyak orang yang akan melihat dan mengetahuibahwa itu tas kita pribadi  
Ketika kita kehilangan sesuatu apalagi banyak, seringkali membuat hidup kita frustasi atau merasa seperti tidak ada gunanya kita hidup ini ataupun putus asa. Namun, salahsatu kata yang saya ingat dari guru saya yaitu…
“ Biarlah kita kehilangan sesuatu karena Allah, tetapi jangan sampai kita kehilangan Allah karena sesuatu “
Rangkaian kata itu yang menjadikan saya kembali seperti diisi ulang oleh power of life di dunia ini yang fana ini.
Bukan seperti lagu, masa lalu biarlah berlalu. Justru, masa lalu yang berupa pengalaman harus dijadikan pembelajaran untuk kedepannya, agar tercipta hal yang lebih baik dan menghindari hal yang tidak diinginkan.
“ Semua yang ada di dunia ini merupakan titipan dari-Nya”
Dibalik hikmah kehilangan itu,jika kita benar-benar mengikhlaskannya pasti akan digantikan dengan sesuatu yang lebih banyak, lebih besar, lebih hebat , yang pasti lebih baik dari sebelumnya. Ini semua berlaku pada sesuatu yang mempunyai sifat materi fisik di dunia ini.
Man Jadda Wa Jadda ! Keep Spirit Sob !
Tetap yakin akan pertolongan-Nya dan petunjuk-Nya … tetap berbaik sangka kepada-Nya dan semua orang :)


Mungkin banyak sekali hikmah lain yang bisa saya ambil dari kejadian tersebut, meskipun tidak semuanya saya tuliskan di blog ini..

# Yang pertama penulis sangat rasakan atas kejadian itu adalah bahwa ini merupakan salahsatu bentuk teguran langsung dari-Nya. Penulis bersyukur bisa diingatkan kembali akan pentingnya sebuah niat dan kekhusyuan dalam beribadah.
# Kedua, penulis merasa sangat diingatkan akan kepalsuan dunia ini. Dimana semua yang kita miliki di dunia ini akan kembali kepada-Nya, karena semua merupakan titipan dari-Nya. Jadi, kita harus menjaga, merawat, dan menggunakan semua titipan baik itu benda,fasilitas atau yang mempunyai sifat materi fisik di dunia ini manfaatkan untuk keperluan yang baiknya saja, bukan hanya baik bagi diri sendiri. Tapi, juga harus bermanfaat bagi orang lain.
# Ketiga, jangan sampai kita terninabobokan atau diperdaya oleh alat teknologi. Karena itu memang salahsatu yang dapat membantu dan membuat pekerjaan kita menjadi ringan. Tapi, jangan sampai dari rasa nyaman menggunakannya kita jadi lupa yang harusnya memanfaatkan teknologi, jadi kebalikannya kita yang dimanfaatkan oleh teknologi.
Apalagi melihat masa kini, tekonologi yang dari hari ke hari semakin upgrade membuat generasi yang sekarang yaitu generasi milenial ( tahun kelahiran 2000 ke atas) semakin dimudahkannya akses dalam menggunakan teknologi.
Yang membuat ironis penulis bertamabah, bahkan anak balita sekarang sudah diajarkan main hp atau gadget dan sejenisnya oleh orangtuanya. Dengan alasan supaya anaknya pintar.
Padahal resiko secara tidak langsung yang akan timbul banyak sekali, saya sebagai generasi z tahun kelahiran 90 keatas sudah menjadi korban akan kecanggihan teknologi. Filter penggunaan tekonogi dengan bijak adalah salahsatu cara agar generasi kita tidak dibutakan dan diperalat oleh teknologi tersebut.

Beberapa hikmah lainnya yang bisa penulis tuliskan dalam kejadian ini :
# Jangan pernah merasa segan untuk menuruti kata hati nurani, ikutilah . Karena hati nurani selalu mengatakan pada kebaikan bukan sebaliknya, namun jika dalam hatimu mengatakan keburukan berarti itu bukan hati nurani, melainkan akal yang dipengaruhi hawa nafsu untuk berbuat keburukan.
# Melupakan niat baik yang ditunda akan menyebabkan keburukan segera datang karena mencoba menghapus niat baik itu, jangan sampai menunda-nunda niat baik segera lakukanlah, apapun itu alasannya . Jangan sampai melupakan niat baik tersebut, apalagi sampai lupa untuk melakukannya.
# Ingatlah Allah dimana pun kamu berada,jangan sampai hati kita kosong. Berdoalah meminta perlindungan kepada-Nya, apalagi di tempat atau kondisi yang belum kamu kenal sepenuhnya.
# Segera tinggalkan sesuatu yang membuat tidak nyaman dan was was menurut hati nurani
# Diri ini merasa sebagai pengguna teknologi yang masih jauh dari bijak, masih banyak mudharatnya
# Jangan pernah merasa aman di zona nyaman, karena bisa saja itu jadi kebalikan dari zona nyaman yaitu zona berbahaya
Senior saya pernah bilang “ Keluarlah dari zona nyaman, berpikirlah Out of the Box”  mungkin maksudnya yaitu bahwa ketika sedang berada di zona nyaman, kita sering kali lupa mengabaikan diri kita sehingga tidak bisa berpikir secara rasional.
# Jika hati atau perasaan merasakan ada yang tidak beres  di hati sampai 3 kali , berarti akan ada kejadian yang akan terjadi
# Pribadi merasa sangat bersyukur karena telah diingatkan  dan diperingati oleh Allah melalui kasus ini
# Ketika kita berada di daerah atau lingkungan orang lain. Kita harus full siaga, jangan sedikit pun lengah karena kita belum tahu betul tentang situasi kondisi yang sebenarnya di lingkungan tersebut.
# Jangan pernah menyangkal apa kata hati nuranimu, jika itu baik lakukan dan jika itu buruk tinggalkan

Mungkin hanya itu yang bisa penulis bagikan di blog Catatan Gugum Maulana , sebenarnya masih banyak yang ingin dibagikan dalam tulisan ini pada kejadian ini.
Tapi, intinya saya sudah mengambil hikmah dalam kejadian ini. :)
Mungkin itulah beberapa yang dapat penulis ba dalam bagikan pada postingan kali ini, semoga menjadi masukan, pengetahuan baru bagi pembaca khususnya bagi penulis pribadi. Jangan sampai kalian para pembaca mengalami kejadian buruk seperti saya diatas.Wassalam


Previous
Next Post »

BOOKING SEKARANG JUGA !!!